Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Gunting Syafrudin Maret 1950

(ditulis berkaitan dengan ‘isu’ rencana denominasi rupiah)

Ketika barusan ini baca blog langganan, ada satu artikel yang membahas wacana BI untuk melakukan pemotongan nilai pecahan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut (istilah yang populer digunakan adalah redenominasi). Saat ini masih dalam pembahasan internal, dan kalaupun disetujui oleh lembaga eksekutif dan legislatif (pemerintah dan DPR), hal ini baru akan bisa terealisasi dalam 4-5 tahun dan memerlukan sosialisasi dan kontrol yang ketat dalam masa awal pemberlakuannya.

Penyebab bergulirnya rencana ini disebut-sebut adalah karena Uang rupiah saat ini tercatat mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia (yaitu pecahan uang IDR 100.000), terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Lanjut Baca »

Resah Tanpamu

Ini bukan tentang lagunya Titi Kamal dan Anjie Drive, yang judulnya ‘ResahTanpamu’ lho. Kalau mau mencari lirik atau yang lain berkaitan dengan lagu itu, silakan klik link yang lain dari hasil pencarianmu lewat search engine :D .

Resah yang ini dirasakan oleh ibu-ibu rumah tangga di lingkunganku, termasuk dirasakan juga oleh sang istri tercinta. Apa gerangan yang menyebabkan begitu banyak ibu rumah tangga menjadi resah, gundah gulana (tapi gak sampe membuat nafsu makan dan gairah hidup jadi hilang kok).  Bukan karena para wanita ini kehilangan lelaki ‘lananging jagad‘, tidak se-absurd itu keresahan yang dirasakan oleh para ibu ini. Adalah kelangkaan mendapatkan gas isi ulang, kemasan tabung 3 kilogram, yang selama beberapa minggu ini terjadi, merupakan penyebab keresahan masal di lingkungan kampungku.

Lanjut Baca »

Tahu peribahasa yang satu itu kan? Bisa bermakna positif, di mana semua hal buruk dan menyedihkan yang sekian lama kita alami, akan mudah kita lupakan dengan satu saja peristiwa membahagiakan yang kita temui setelahnya. Atau bisa juga bermakna negatif, di mana semua jasa kebaikan dan amal sholeh seseorang, akan mudah dilupakan dan diabaikan masyarakat, setelah sekali saja orang itu melakukan sesuatu yang tidak berkenan di masyarakat. Lanjut Baca »

Barang kecil yang penting

An English professor wrote the words,

“Woman without her man is nothing”

on the blackboard and directed his students to punctuate it correctly.

The men wrote: “Woman, without her man, is nothing.”

The women wrote: “Woman: Without her, man is nothing.”

Itu adalah sebuah lelucon klasik mengenai pentingnya pembubuhan tanda baca (punctuate), di mana peletakan tanda baca yang berbeda akan bisa menyebabkan perubahan arti (gagasan) yang sangat besar dari sebuah kalimat. (walaupun lelucon itu bisa diartikan juga secara cerdas, bagaimana egoisme dari masing-masing gender, yang menyatakan bahwa lawan jenisnya tidaklah berarti jika tanpa dirinya, :D ) Lanjut Baca »

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Tahu petikan puisi di atas? Salah satu puisi tulisan Kahlil Gibran yang menceritakan tentang hakikat hubungan orangtua dan anaknya (menurut pendapat Kahlil Gibran tentunya).

Menurut saya itu adalah sebuah pengandaian yang tidak sepenuhnya tepat, yang berarti juga tidak sepenuhnya salah. Ada masa saat kita sebagai orang tua bisa membidik dan berusaha mengarahkan anak kita ke suatu tujuan yang kita anggap ideal, namun pada titik berikutnya kita sebagai orang tua cuma tinggal bisa melihat saja, seberapa jauh atau seberapa tepat ‘anak panah’ itu melaju. Lanjut Baca »

Upload Foto Satria

Ini beberapa upload gambar dari anak kedua-ku, Satria Taqwa

Silakan cekidot, gan (pinjam istilah dari tetangga jauh :D )

Satria Taqwa di hari kelahirannyaIni Foto beberapa jam setelah kelahirannya, 24 Februari 2010

Satria tertidur didampingi embak-nya yang numpang aksi, usia sekitar 1 bulan Lanjut Baca »

Wuahhh… lama nggak posting di blog. Ada hampir tiga bulan nggak nulis artikel :D . Memang setelah perjalanan ke Jakarta bulan Mei kemarin, rasanya gak pernah ada waktu untuk menulis. Bahan sih banyak, karena semasa perjalanan ke Jakarta juga banyak hal yang dijumpai dan dicoba.

Karena dah lama gak nulis, di artikel yang ini kugunakan saja untuk pemanasan menulis lagi. So.. maaf kalau tulisan kali ini agak ora nggenah (kalau orang Jawa bilang). Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.