Feeds:
Pos
Komentar

Pengakuan yang Terlambat

Cerpen, sudah pernah dipublikasikan di web lain.

“Masih bisa kubayangkan momentum itu. SMP, kelas satu, hari-hari awal, masa penataran P4 kalau tidak salah.” kucoba menata isi memoriku, supaya dapat keluar satu per satu dengan runtut, kamu masih menunggu ceritaku. Kuhela kembali nafasku, berharap nantinya akan lebih lancar dalam menuturkan maksudku.

“Waktu itu aku sedang berjalan kembali ke kelas, habis ngambil snack dan teh, haha… ck..” Entahlah, membayangkan kembali memori itu masih saja mampu membuatku tersipu. “Waktu jalan itu, aku cuma memperhatikan gelas berisi teh, berharap isinya tidak banyak tumpah, tapi kemudian terdengar pekikan kecil ‘Ahhhh’, ternyata gelas itu menabrak seorang anak perempuan, sebaya denganku tampaknya. Ada sedikit teh terpercik di bajunya. Dia memperhatikan bajunya yang terpercik teh tadi, berbalik dan terus berjalan menuju meja tempat snack.” kenangku, sambil menerawang.

“Dia sepertinya tidak memperhatikan aku, namun aku…tsssz” terhenti aku di sini, sambil menarik napas cepat melalui mulut kuteruskan,”…memperhatikan fragmen tadi seakan-akan dalam gerak lambat di film, frame demi frame…, terpatri dalam memoriku dan enggan meninggalkanku sejak saat itu. Bagaimana dia terpekik kaget, wajahnya, rambut panjangnya yang dikelabang, tangannya yang diangkat, sementara tangan satunya mengusap bajunya yang terpercik air teh dari gelasku, matanya yang memperhatikan percikan di bajunya itu, dia kemudian membalikkan badan sambil tangannya masih mengusap bajunya, ekspresi wajah itu, mata itu, bibir, yang semuanya seakan menyiratkan gerutuannya karena kejadian itu. Hmmmhhhh, kamu gak tahu bahwa gak mudah untuk menuturkan visualisasi memori tadi dalam bentuk kata-kata seperti ini.”

“Haha…, iya.. iya..” sahutmu sambil tertawa tipis. Lanjut Baca »

Sudah sekitar 1 tahun ini kami menempati rumah milik kami sendiri, tidak lagi tinggal di rumah kontrakan. Iya, alhamdulillah… sesuatu banget bagi kami sekeluarga. Pindahan dari kontrakan ke rumah tersebut, bulan Juli 2014, tepat sehari sebelum bulan Ramadhan 1435 tiba.

Rumah dengan luasan lantai sekitar 80 meter persegi ini, bahkan belum lagi selesai proses pembangunannya saat pertama kali kami tinggali. Pekerjaan finishing, bisa dikatakan, sama sekali belum tersentuh. Bagian yang sedianya dimaksudkan sebagai teras belum ternaungi, dan lantai bangunan masih berupa tanah, kecuali pada bagian kamar tidur dan kamar mandi yang sudah diplester kasar. Lanjut Baca »

Death Note vol. I

Kalau Anda Pembaca, tersasar ke artikel ini dengan harapan mencari artikel yang berkaitan dengan manga dengan judul ‘Death Note‘, salah masup de keknya. Well, judulnya memang sengaja disama-samakan dengan judul komik Jepun yang termasuk fenomenal tersebut, namun sebenarnya isi dari tulisan ini kumaksudkan untuk men-share beberapa catatan mengenai yang berkaitan dengan kematian. Yah mungkin harusnya dikasi judul ‘Some Note of Death‘, tapi kayaknya nggak catchy gitu ya …🙂

Langsung tancep saja, berikut ini hal pertama yang ingin kubagi :

Referensi Al Qur’an mengenai bagaimana kondisi manusia saat dia meninggal

Hal ini saya kutip dari pendapat seseorang yang saya anggap bijaksana. Dalam Al-Qur’an, pada hakikatnya cuma ada 3 status bagaimana seorang manusia mati. Lanjut Baca »

Sekedar upload foto-foto lama … biar ada jejak di blog yang gersang ini😀. Foto dibuat medio tahun 2011, terentang waktu sekitar 1 tahun lalu, jadi maaf kalau sudah tidak update untuk personelnya

Knowing me

Coba perhatikan sidebar di sebelah kanan blog ini. Ada box dari http://www.mypersonality.info/ yang mungkin jarang diperhatikan orang. Padahal, terus terang, widget itu bukan ditampilkan untuk sekedar gagah-gagahan🙂. Dari sekelumit informasi yang ditampilkan pada box itu, mungkin bisa diprediksi, orang seperti apakah aku ini.

Well, tentu saja untuk mengenal persis bagaimana watak seseorang, diperlukan waktu berinteraksi yang panjang. Namun peng-kotakan sifat versi MBTI yang dipelopori oleh ibu Briggs dan mbak Myers ini lumayan mumpuni juga untuk mengidentifikasi kecenderungan sifat seseorang.

Kalau dilihat dari hasil kuesioner di web tersebut, kecenderunganku adalah tipe ISFP – Introverted Sensing Feeling Perceiving. Lanjut Baca »

Dear All,

Baru-baru ini menghadiri acara kondang(an) pernikahan seorang teman. Tak dinyana, tak disangka, oleh Allah ditunjukkan suatu fragmen yang sangat membekas di hati. Daripada entar-entar lupa dan terbuang sia-sia, walaupun terkesan sepele, mendingan kuposting di mari (secara dah lama juga blog ini nggak kulirik, kesempatan ada bahan tulisan neeeh…😀 ). Lanjut Baca »

Sekedar Upload